Tips Persiapan Masuk PTN | Bimbel LGE

LGE-Melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi favorit di Indonesia merupakan cita-cita dan impian banyak siswa SMA/sederajat di Indonesia. Perguruan Tinggi yang dianggap favorit oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah perguruan tinggi negeri. Sistem masuk perguruan tinggi negeri yang ketat menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka yang bisa masuk perguruan tinggi negeri.

Langkah Untuk Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Siswa yang berminat masuk ke perguruan tinggi negeri sangat banyak, sementara kursi yang tersedia sangat sedikit. Saingan kita supaya bisa masuk perguruan tinggi negeri bukan teman sebangku, teman sekolah, atau teman bermain saja tetapi seluruh siswa di Indonesia. Jika tidak menyiapkan dengan matang, kita tidak bisa masuk ke perguruan tinggi negeri. Maka dari itu, kita harus mengetahui langkah-langkah apa saja supaya bisa masuk perguruan tinggi negeri.

Langkah yang pertama harus dilakukan adalah menentukan target dan melihat prosfek ke depannya. Maksudnya, kita harus konsisten dengan target terutama jurursan yang akan dipilih. Jangan sampai kita memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakat kita. Jika kita memilih jurusan asal-asalan, nama bahkan sekolah kita akan di blacklist dan adik kelas kita tidak diperbolehkan mengikuti SNMPTN berikutnya.

Langkah selanjutnya adalah diskusikanlah jurusan yang kalian inginkan dengan orang tua. Alangkah lebih baiknya jika jurusan yang kalian pilih didukung oleh orang tua.

Langkah yang ketiga adalah percaya diri. Seperti data yang penulis dapat peminat yang ingin masuk perguruan tinggi sangat banyak. Jika kita sudah menyerah sebelum bertanding dengan melihat angka pesaing yang banyak, kita tidak akan fokus dan tidak maksimal dalam mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri. Maka dari itu, kita harus percaya diri. Dengan percaya diri akan membuat diri kita menjadi lebih bersemangat untuk mencapai target yang diinginkan, masalah kita bisa diterima atau tidak itu adalah hasil akhir yang bisa saja itu bukan jalan yang terbaik bagi kita. Namun, dengan percaya diri kita bisa bangkit dan mencoba lagi lewat jalur yang lain karena jalur untuk masuk perguruan tinggi tidak hanya melalui satu jalur saja.

Langkah berikutnya adalah belajar dan perbanyak latihan soal. Dalam acara “Training Motivation” tanggal 18 Januari 2013 di Gedung Bale Paminton Garut dijelaskan bahwa seorang juara lari bukan mereka yang mempunyai kekuatan dua kali lipat dengan lawan-lawannya, tetapi mereka yang mempunyai kecepatan sedikit di atas para lawannya. Hampir tidak ada dalam sebuah kompetisi lari jarak antara juara pertama dan juara kedua berbeda dua kali lipat. Misalnya pelari pertama dapat berlari dalam waktu 10 menit dan pelari kedua 20 menit. Biasanya perbedaan kecepatan antara pelari pertama dengan pelari kedua hanya beberapa detik saja. Dari fakta ini jika dihubungkan dengan jalur masuk perguruan tinggi yaitu SBMPTN, kita harus belajar diatas rata-rata lawan kita. Jika lawan kita belajar 2 jam dalam 1 hari diluar KBM di sekolah, maka teman-teman harus belajar minimal 3 jam per hari. Selain itu, jika lawan teman-teman berlatih soal sebanyak 10 soal per hari, maka teman-teman harus berlatih soal minimal 12 soal per hari. Intinya teman-teman harus di atas rata-rata lawan. Jika lawan kalian di atas rata-rata, teman-teman harus lebih dari itu.

Langkah kelima adalah mengurangi waktu untuk hal yang kurang mendukung kondisi belajar teman-teman seperti waktu untuk bermain. Hal yang biasa dilakukan oleh sebagian siswa-siswi SMA/sederajat di Indonesia pada waktu luang adalah jalan-jalan dan bermain. Sehubungan dengan Try Out, Ujian Sekolah, Ujian Nasional, dan SBMPTN tinggal sebentar lagi, maka teman-teman harus belajar mengurangi kegiatan seperti ini. Teman-teman harus sadar bahwa saingan teman-teman adalah siswa-siswi SMA/sederajat di seluruh Indonesia. Jika lengah sedikit saja bisa jadi teman-temanlah yang akan tersingkir. Teman-teman bisa memanipulasi SBMPTN dengan berbagai cara seperti menjawab soal SBMPTN dengan menduga-duga dan mengira-ngira saja. Di Institut Teknologi Bandung (ITB) setiap tahunnya sekitar 300 mahasiswa di drop out. Hal ini terjadi karena pada saat memgikuti SNMPTN tulis (nama jalur masuk tahun sebelumnya) mereka hanya menjawab, bukan memahami pertanyaan. Akibatnya, mereka tidak sanggup untuk mengikuti kuliah dengan baik karena sebenarnya mereka tidak bisa. Maka dari itu, sebelum menyesal pada akhirnya, lebih baik mulai dari sekarang kita belajar serius dan sedikit berkorban demi masa depan kita.

Langkah keenam adalah membagi waktu belajar. Seperti yang kita ketahui setiap siswa mempunyai minat dan bakat yang berbeda-beda. Misalnya anak A menyukai pelajaran Matematika sehingga ia lebih suka belajar Matematika dibandingkan dengan pelajaran lainnya. Sementara anak B lebih menyukai pelajaran Ekonomi sehingga ia lebih suka belajar Ekonomi daripada pelajaran lainnya. Sebenarnya tidak salah jika kita lebih suka belajar mata pelajaran tertentu. Namun, soal-soal SBMPTN tidak hanya menyuguhkan soal Matematika atau Ekonomi saja tetapi pelajaran yang sesuai dengan ciri khas jurusan. Untuk jurusan IPA soal yang diberikan tidak hanya soal Matematika saja tetapi ada pula Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Tes Potensi Akademik (TPA). Sementara jurusan IPS adalah Matematika, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Tes Potensi Akademik (TPA). Jika hanya belajar 1 mata pelajaran saja maka pelajaran lain yang ada di SBMPTN akan terbengkalai dan kurang dikuasai. Jika 1 mata pelajaran saja tidak diisi, maka secara otomatis kita dinyatakan tidak lulus. Padahal, soal SBMPTN itu dibuat tidak untuk diselesaikan. Maka dari itu, mulai dari sekarang belajarlah untuk membagi waktu untuk seluruh mata pelajaran khususnya mata pelajaran yang akan dihadapi saat SBMPTN.

Langkah selanjutnya adalah tawakal dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan maksimal akan memperoleh hasil yabg maksimal pula. Setelah berjuang, alangkah lebih baiknya kita pasrahkan semua kepada Tuhan, Tuhanlah yang berhak menentukan jalan mana yang seharusnya kita pilih. Jika memang target kita tidak tercapai, bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita tetapi yakinkan dalam hati bahwa Tuhan sudah mempersiapkan jalan yang jauh lebih baik untuk kita.

Pages