Peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2018

SNMPTN dan SBMPTN 2018 Diluncurkan. Cek Kuota, Jadwal, dan Update Lainnya

Program Ujian SNMPTN dan SBMPTN 2018 diluncurkan Kemenristekdikti pada 12 Januari, sementara rangkaian seleksi dimulai 13 Januari. Kamu yang bermimpi menembus SNMPTN/SBMPTN 2018 mesti menyimak infonya dan mempersiapkan diri.  Gimana komposisi daya tampung PTN tahun 2018? Seperti apa penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN tahun ini? Adakah yang berbeda dengan tahun sebelumnya? 

* Ada 85 PTN yang ikut berpartisipasi dalam SNMPTN dan SBMPTN 2018. Jumlah ini sama dengan SNMPTN 2017.
* Komposisi jalur penerimaan PTN 2018 adalah:
  • Jalur SNMPTN minimal 30 persen dari total daya tampung.
  • Jalur SBMPTN minimal 30 persen dari total daya tampung.
  • Jalur Mandiri maksimal 30 persen dari total daya tampung.
Komposisi ini sama dengan ketentuan penerimaan PTN tahun lalu.
* Untuk SNMPTN 2018 Menristekdikti mengingatkan agar pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa—yang akan menjadi acuan seleksi—dilakukan dengan benar. “Saya harap sekolah benar-benar menyampaikan data (PDSS) yang real, jangan sampai manipulasi,” ujar Bapak Mohamad Natsir.
* Ketentuan peserta yang bisa ikutan SNMPTN adalah:
  • Sekolah akreditasi A - 50 persen peringkat teratas (kelas 12)
  • Sekolah akreditasi B -- 30 persen peringkat teratas (kelas 12)
  • Sekolah akreditasi C - 10 persen peringkat teratas (kelas 12)
  • Sekolah tidak/belum terakreditasi - 5 persen peringkat teratas (kelas 12)
Ketentuan ini juga sama dengan SNMPTN tahun lalu.
* Jadwal SNMPTN 2018:
  • 13 Januari – 10 Februari: Pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)
  • 21 Februari – 6 Maret: Pendaftaran SNMPTN
  • 17 April – Pengumuman SNMPTN
  • 8 Mei – Daftar ulang SNMPTN
* Nilai Ujian Nasional dan USBN nggak menjadi pertimbangan SNMPTN. Soalnya, nilai UN dan USBN 'kan, keluar setelah pemeringkatan dan proses seleksi. Tapi peserta SNMPTN WAJIB lulus UN. Jika nggak lulus, tidak bisa masuk SNMPTN.
* Jadwal SBMPTN:
  • 29 Maret: Tata cara pengisian borang (formulir) pendaftaran bisa di-download. Kamu juga bisa mengecek daya tampung per program studi di sbmptn.ac.id.
  • 5 April - 27 April: Pendaftaran SBMPTN
  • 8 Mei: Ujian serentak SBMPTN
  • 9 Mei dan atau 11 Mei: Ujian Keterampilan SBMPTN
  • 3 Juli pukul 17.00: Pengumuman hasil SBMPTN
* Untuk tipe tes SBMPTN ada dua jenis, yaitu UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) dan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Nah, untuk ujian berbasis komputer ditargetkan tahun ini meningkat hingga 10 kali lipat. Jadi, jika tahun lalu peserta ujian SBMPTN UBTK (berbasis komputer) berjumlah 20,860, maka tahun ini targetnya 200,000an peserta.
Untuk persiapan SBMPTN 2018.

* Dalam acara peluncuran SNMPTN dan SBMPTN Menristekdikti mengingatkan bahwa jangan sampai ada calon mahasiswa yang telah lulus seleksi PTN namun tidak bisa berkuliah lantaran kepentok masalah dana. Jadi sebisa mungkin diusahakan, baik dengan beasiswa Bidikmisi ataupun jalan lainnya (bila tidak masuk Bidikmisi).  
* Pendaftaran Bidikmisi mulai dibuka Senin, 15 Januari di laman bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id.
* Apakah kuota penerimaan PTN akan diturunkan, mengingat sempat ada wacana menurunkan mahasiswa baru S1 PTN hingga maksimal 3,500 mahasiswa? Sejauh ini nggak ada tuh, pembatasan maba PTN. Jumlah maba menurut Menristekdikti ditentukan kemampuan PTN, baik dari segi jumlah dosen maupun fasilitasnya.
Dari Test Center Hingga Perguruan Tinggi Asing
Banyak juga hal menarik lainnya dari acara peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2018 (12/01), baik yang berkaitan dengan penerimaan PTN maupun yang nggak terkait secara langsung.
Pertama, Menristekdikti dalam sambutannya mengingatkan panitia penerimaan PTN untuk melakukan inovasi dan terobosan dalam hal seleksi/tes masuk PTN. Saat ini, menurut beliau belum muncul inovasi, karena proses dan tes masih relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menteri Mohamad Natsir sempat menyinggung soal ujian penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi luar negeri. Beliau pengen ada sistem seleksi yang lebih baik dan ideal dibandingkat saat ini.
Nah berkaitan dengan hal tersebut, panitia SBMPTN dan SNMPTN menyampaikan bahwa mereka sedang merintis sebuah inovasi dan rencananya tahun depan (2019), akan dibuat Test Center. Test Center inilah yang diharapkan bakal mengubah tata cara penerimaan mahasiswa di PTN.
Hal lain yang juga disampaikan adalah rencana penambahan kuota untuk kampus yang menyelenggarakan kuliah jarak jauh alias kuliah online. Yup, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ingin mendorong kemajuan sistem kuliah online yang memanfaatkan teknologi, supaya makin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. 
Kemudian, Mohamad Natsir juga mengumumkan bahwa nantinya perguruan tinggi internasional akan bisa masuk ke Indonesia. Jadi, mereka akan bekerja sama dengan kampus dalam negeri. Maka diharapkan PTN siap bersaing dengan meningkatkan kualitasnya. Wah, mudah-mudahan kampus top internasional sekelas Harvard University atau University of  Oxford bisa buka di Indonesia, ya.

Pages